• Senin, 15 Agustus 2022

Korlantas Polri : Mati Pajak Dua Tahun Dianggap Kendaraan Bodong

- Minggu, 31 Juli 2022 | 20:21 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.SI.,  (Foto| Humas Polri )
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.SI., (Foto| Humas Polri )

JAKARTA,BritAkan.com- Korlantas Polri segera mengimplementasikan aturan penghapusan data STNK yang mati pajak selama Dua (2) tahun.

Hal itu dikatakan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.SI., di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (29/7).

Polri Irjen Pol. Drs. Firman mengatakan, aturan itu sudah tercantum dalam pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca Juga: Peringati Tahun Baru Islam, Polres Ngada Gelar Bhakti Religi

“Kita ingin secepat-cepatnya ya, karena aturan ini sudah sejak 2009 di undang -undang, Kita ingin data ini kita pastikan valid karena dengan valid data, pemerintah bisa mengambil kebijakan. Langkah untuk pembangunan masyarakat dengan lebih baik, ” jelas Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.SI.

Kakorlantas Polri juga menegaskan, jika aturan tersebut dimulai, maka kendaraan yang mati pajak selama dua tahun akan dianggap bodong.

"Aturan ini berlaku untuk meningkatkan disiplin pajak masyarakat dan memudahkan pemerintah melakukan pembangunan", tutupnya.

 

Editor: Dodi Hendra

Tags

Terkini

Guru PPPK Dapat Dana Pensiun, Ini Penjelasan BKN

Minggu, 24 Juli 2022 | 19:53 WIB

KPU Buka Tahapan Pendaftaran Partai Politik

Jumat, 22 Juli 2022 | 06:58 WIB
X