• Senin, 15 Agustus 2022

Integritas dan Perbaikan Sistem Kunci agar Tidak Terlibat Korupsi

- Rabu, 20 Juli 2022 | 17:48 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (Foto | KPK.co.id)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (Foto | KPK.co.id)

JAKARTA,BritAkan.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sampaikan pentingnya integritas dalam menekan perilaku korupsi

Hal ini disampaikan Firli Bahuri saat menjadi narasumber Penyelenggaraan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXIII Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) RI yang berlangsung secara daring Senin, (18/07).

“Ada satu hal yang paling penting bagi kita karena ada rumus dan formula: terjadinya korupsi sebanding dengan kekuasaan dan kesempatan minus integritas,” ungkap Firli kepada 100 peserta PPRA LXIII.

Baca Juga: Waspada, Kembali Marak ‘KPK Gadungan’

Dalam paparannya, Firli menjelaskan perjalanan pemberantasan korupsi dari masa ke masa. Ia menuturkan, pada masa kepresidenan Joko Widodo terbitlah UU No.19 tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana tugas pokok KPK yang sebelumnya 5 tugas pokok menjadi 6 tugas pokok.

“Artinya tugas pokok, weweng dan fungsi KPK tidak pernah bergeser sedikit pun. UU tersebut hanya menambah dewan pengawas KPK yang memiliki fungsi penting agar tidak terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan dan tugas-tugas pokok KPK sebagaimana tersebut alam UU No.19 tahun 2019 Pasal 37 huruf D besar. Disebutkan dewan pengawas memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pokok KPK,” jelas Firli.

Dia menambahkan Presiden Joko Widodo juga menggesa upaya pemberantasan korupsi dengan terbitnya Peraturan Presiden No 54 tahun 2018 tentang strategi nasional pencegahan korupsi yang fokus pada penertiban terhadap kecenderungan, kerentanan dan kerawanan tindak pidana korupsi yang fokus pada tiga bidang, yaitu Perizinan dan Tata Negara, Keuangan Negara dan Penegakan Hukum & Reformasi Birokrasi. Upaya ini dalam rangka memudahkan dan sekaligus mencegah tindak pidana korupsi di ranah usaha dan investasi.

Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisman, Kemenparekraf Gelar Famtrip Bagi TA/TO dari 3 Negara ASEAN

“Kami pimpinan KPK jilid V merumuskan dan melakukan kajian kenapa korupsi masih terjadi. Dari kajian tersebut kami menemukan ada beberapa hal yang penyebab terjadinya tindak pidana korupsi. Yaitu faktor internal dan faktor eksternal, dimana faktor internal terjadi diantaranya karena keserakahan dan kesempatan,” papar Firli.

Halaman:

Editor: Yohanes Dodi Hendra

Sumber: kpk.go.id

Tags

Terkini

Guru PPPK Dapat Dana Pensiun, Ini Penjelasan BKN

Minggu, 24 Juli 2022 | 19:53 WIB

KPU Buka Tahapan Pendaftaran Partai Politik

Jumat, 22 Juli 2022 | 06:58 WIB
X