• Senin, 15 Agustus 2022

Berdasarkan Sensus BPS Tahun 2021, hanya 64 juta jiwa Pemuda yang Memiliki Semangat Memberantas Korupsi

- Selasa, 19 Juli 2022 | 22:03 WIB
Launching Kelas Pemuda dan LSM Antikorupsi Tahun 2022 yang dilakukan secara daring melalui Zoom, Senin (18/7). (Foto : KPK.co.id)
Launching Kelas Pemuda dan LSM Antikorupsi Tahun 2022 yang dilakukan secara daring melalui Zoom, Senin (18/7). (Foto : KPK.co.id)

Jakarta,BritAkan.com - Pemuda memiliki posisi penting dan sangat strategis dalam upaya pemberantasan korupsi.

Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 64 juta jiwa pemuda di Indonesia dari jumlah penduduk Indonesia 277 juta jiwa atau setidaknya 23,90%, memiliki semangat yang sama memberantas korupsi berdasarkan Ideologi Pancasila, Landasan Konstitusi UUD 1945, dan juga Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga: Waspada, Kembali Marak ‘KPK Gadungan’

Hal tersebut disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dalam memberi sambutan Launching Kelas Pemuda dan LSM Antikorupsi Tahun 2022 yang dilakukan secara daring melalui Zoom, Senin (18/7).

Kegiatan dengan tema ‘Mewujudkan Peran Serta Pemuda dan LSM Antikorupsi Dalam Pemberantasan Korupsi’ turut dihadiri Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, Kasatgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Johnson Ridwan Ginting, Komunitas Ketjil Bergerak Yogyakarta Greg Sindana, Pegiat Literasi Antikorupsi Murni, dan seluruh peserta secara daring melalui Zoom dan Live Youtube.

Lebih lanjut Firli mengatakan, pemuda memiliki peran penting karena sesungguhnya berbagai literatur mengungkap, bahwa ditahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia, dan juga Indonesia akan memiliki bonus demografi.

Baca Juga: Satuan Binmas Polres Ngada, Sambang Sekolah dan Lakukan Penyuluhan

“Bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia, perlu kita manfaatkan sebesar-besarnya didalam kejayaan bangsa Indonesia. Karena itu, tidak boleh ada pemuda berpangku tangan, tidak boleh ada pemuda berserah diri, akan tetapi pemuda harus mengambil peran untuk mewujudkan Indonesia dengan cita-cita nasionalnya,” ujar Firli.

Sambung Firli, para pemuda pada saat ini dan dimasa depan diharapkan memiliki dan bisa memainkan peran sebagai agen perubahan dalam memberikan upaya lebih baik dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, pemuda juga memiliki peran pembaharuan dan pembangunan, karena masa depan bangsa sangat bergantung dengan apa yang dilakukan pemuda saat ini.

“Untuk pemuda, kalian sendiri yang menentukan untuk memilih dalam mengambil sikap, mengambil sikap menjadi saksi sejarah atau menjadi pelaku sejarah, karena masa depan bangsa tergantung dengan apa yang harus dilakukan hari ini, dan tergantung oleh karya anak bangsa,” terang Firli.

Halaman:

Editor: Yohanes Dodi Hendra

Sumber: kpk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru PPPK Dapat Dana Pensiun, Ini Penjelasan BKN

Minggu, 24 Juli 2022 | 19:53 WIB

KPU Buka Tahapan Pendaftaran Partai Politik

Jumat, 22 Juli 2022 | 06:58 WIB
X