• Minggu, 5 Februari 2023

Cerita Warga Keturunan Tionghoa di Indonesia, Kenapa Jarang Pakai Nama Tionghoa Lagi, Stigma Takut Dipersulit?

- Minggu, 22 Januari 2023 | 14:23 WIB
Merlin dan putrinya Eleanor Jillian Kay yang memiliki nama Tionghoa Tjeuw Chuen Xiang. (Dok. Pribadi via ABC/britakan.com)
Merlin dan putrinya Eleanor Jillian Kay yang memiliki nama Tionghoa Tjeuw Chuen Xiang. (Dok. Pribadi via ABC/britakan.com)

BRITAKAN.com - Sejak tahun 2002, warga keturunan Tionghoa di Indonesia diperbolehkan merayakan Imlek secara terbuka dan mempraktikkan budaya Tionghoa lainnya.

Salah satu regulasi yang diterapkan adalah kewajiban mengganti nama Tionghoa dengan nama Indonesia, meski kini sudah tidak dilarang lagi.

Handoko Widagdo (57) yang berdomisili di Solo, Jawa Tengah mengalami masa pergantian nama saat dirinya lahir pada tahun 1965.

Baca Juga: Bukan Sekali Drone Masuk Stadion, Southampton vs Aston Villa Tertunda, Para Pemain Disuruh Masuk Ruang Ganti

Nama aslinya adalah Khoe Kiem Hiat, nama yang dikenal di keluarganya dan juga di sekolahnya, sebelum diganti menjadi nama Handoko Widagdo.

Keluarga Handoko Widagdo berbeda pendapat mengenai apakah mau menggunakan nama Tionghoa dalam keluarga. (Dok. Pribadi via ABC/britakan.com)

Menurutnya, selain karena peraturan pemerintah, keluarganya mengganti nama karena tekanan politik yang mereka alami.

"Ayah saya tinggal di pedesaan di Solo dan karena keturunan China dia kemudian dimasukkan sebagai golongan C, dengan kewajiban harus lapor dan di KTP-nya ditandai," katanya kepada ABC Indonesia, dilansir dari Kompas.com.

Pascaperistiwa G30S di tahun 1965, mereka yang dianggap mendukung Partai Komunis Indonesia dimasukkan ke dalam berbagai golongan oleh pemerintahan Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto.

Baca Juga: Pesta Flores Sebuah Entitas Kebersamaan Tak lekang Waktu, Bukan Ekspresi Kelebihan Tapi Ucapan Syukur Semata

Halaman:

Editor: Konradus Fedhu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X