• Minggu, 5 Februari 2023

Membangun Ekosistem Merawat Reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa Menembus Pasar Eropa

- Sabtu, 21 Januari 2023 | 16:40 WIB
Membangun Ekosistem Merawat Reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa Menembus Pasar Eropa. (britakan.com/John Lobo)
Membangun Ekosistem Merawat Reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa Menembus Pasar Eropa. (britakan.com/John Lobo)

BRITAKAN.com - Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan presentase produksi 6,6% dari produksi kopi dunia dengan perkiraan luas lahan perkebunan kopi mencapai 1,3 juta hektar.

Sekitar 300 jenis kopi tersebar di seluruh Indonesia, baik jenis Robusta, kopi Arabika, dan bahkan dikenal juga dengan kopi Liberika seperti yang ada di Jambi dan Meranti yang sudah terdaftar di Indonesia sebagai Indikasi Geografis.

Bahkan sampai saat ini baru 22 jenis kopi Indonesia yang terdaftar sebagai Indikasi Geografis.

Baca Juga: Momen Ulang Tahun Sekolah Yos Sudarso Kota Batam, Semangat Meneladani Nilai Perjuangan Pahlawan Nasional

Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan reputasi, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan (Pasal 1 ayat 6 UU No.20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis).

Membangun Ekosistem Merawat Reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa bukan saja menjadi primadona di dalam negeri melainkan mampu berbicara banyak di pasar Eropa. (britakan.com/John Lobo)

Meraih sertifikat Indikasi Geografis (IG) butuh kolaborasi dan kerja sama dari petani, pemerintah, dan pihak terkait yang kompeten seperti pusat penelitian serta pihak stakeholder lainnya .

Pada tahun 2004 Dinas Perkebunan Provinsi NTT, Pemerindah Daerah (Pemda) Ngada dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember mulai melakukan intervensi untuk perbaikan mutu kopi di dataran tinggi Kabupaten Ngada.

Baca Juga: Kopi Arabika Flores Bajawa, antara Resah Gelisah MPIG hingga Pengelola UPH di Kabupaten Ngada NTT

Puslitkoka merupakan salah satu dari lembaga penelitian di Indonesia yang berada bawah naungan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) yang merupakan transformasi dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) yang mendapat mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan untuk komoditas kopi dan kakao, mulai dari bahan tanam, budidaya, perlakuan pascapanen sampai dengan pengolahan produk.

Halaman:

Editor: Konradus Fedhu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X