• Minggu, 25 September 2022

Ketua PKN Manggarai Barat : Tata Kelola Pemerintahan EDI-WENG Sangat Buruk dan Norak

- Rabu, 7 September 2022 | 10:48 WIB
Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Manggarai Barat, Lorens Logam, mengkritik pengelolaan pemerintahan Edi - Weng. (Foto| Britakan.com)
Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Manggarai Barat, Lorens Logam, mengkritik pengelolaan pemerintahan Edi - Weng. (Foto| Britakan.com)

 

Labuan Bajo,Britakan -Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Manggarai Barat, Lorens Logam, mengkritik pengelolaan pemerintahan Edi - Weng.Dia menilai tata kelola pemerintah saat ini salah satu yang terburuk dan sangat norak!

Logam mengatakan, tata Kelola Pemerintahan semestinya memenuhi prinsip-prinsip dasar sebagai unsur utama Penyelenggaraan pemerintahan yang baik, antara lain adanya Transparansi, akuntabilitas dan Partisipasi.

"Namun di Mabar pengelolaan Pemerintahan jauh dari ketiga prinsip dasar tersebut.Jujur saja, korupsi kita saat ini di Mabar sangat aktif, mulai dari pemerintahan desa hingga pemerintahan daerah bahkan di instansi-instansi pemerintah lainnya," kata Logam Kepada Britakan.com Rabu,7/9/2022.

Baca Juga: Nestapa, Pria 58 Tahun di Rawang Manggarai Timur Menderita Stroke dan Hidup Seorang Diri

Ia menjustifikasi pemerintahan koruptif karena keterbukaan informasi publik belum dimaknai secara utuh, tidak transparan. Ada beberapa dugaan peristiwa korupsi di tubuh Pemda Mabar saat ini, makanya kita ajukan permohonan informasi publik sebagai instrumen untuk menelaah dugaan ini. 

"Kami sudah bersurat kepada Sekretaris Daerah selaku pimpinan utama PPID (Penjabat Pembuat Informasi Publik) untuk mengajukan permohonan informasi publik terhadap dokumen kontrak kerja proyek-proyek konstruksi. namun diabaikan", ujarnya.

Logam menjelaskan, pekerjaan konstruksi di Mabar banyak mengalami perubahan kontrak ditengah masa pelaksanaan. Klausul - klausal pada perjanjian kontrak dirubah. Logam mencontoh misalnya, Proyek Lapen yang dalam dokumen kontrak volume pekerjaan 100 Meter. Namun pada saat realisasi hanya dikerjakan 50 meter. Pertanyaannya, 50 meter dibawah kemana? Mereka habiskan anggaran yang 50 meter bawa ke pekerjaan galian/pelebaran. 

Baca Juga: Persatuan Sepak Bola Manggarai Barat Absen di EMTC Karena Tak Ada Dana

"Secara kalkulasi bisnis, keuntungan pekerjaan galian lebih besar ketimbang keuntungan pekerjaan lapen. Ini lahan bancakan dinas teknis dan kontraktor dari jaman dahulu. Makanya tidak maju-maju pembangunan kita. Belum lagi proyek yang sekarang ini, saya prediksi banyak yang diubah dokumen Kontraknya", jelasnya.

Halaman:

Editor: Dodi Hendra

Tags

Terkini

X