• Minggu, 25 September 2022

Nestapa, Pria 58 Tahun di Rawang Manggarai Timur Menderita Stroke dan Hidup Seorang Diri

- Selasa, 6 September 2022 | 16:18 WIB
Agustinus Neno,Warga Kampung Rawang Desa Tengku lawar, kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur harus hidup seorang diri (Foto| Petu Aryanto)
Agustinus Neno,Warga Kampung Rawang Desa Tengku lawar, kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur harus hidup seorang diri (Foto| Petu Aryanto)

BORONG,Britakan - Agustinus Neno,Warga Kampung Rawang Desa Tengku lawar, kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur harus hidup seorang diri. Ia hidup seorang diri lantaran istrinya tak pernah pulang setelah merantau ke Bali. 

Sebelumnya, Neno merantau ke Bali bersama Istri Sebina Jeria untuk bekerja. Namun pada tahun 2019, Neno didiagnosa dokter menderita stroke ringan. Sejak saat itu, selama tahun 2019 uang yang dikumpulkan Neno selama bekerja di Bali habis dipakai untuk pengobatan. Karena itu, Neno memilih pulang ke kampung Rawang.

Awalnya Neno berharap mendapatkan obat tradisional di kampung Rawang. Akan tetapi, sesampainya di kampung Rawang, kondisi Neno malah kian memprihatinkan. Bahkan untuk makan saja, Neno harus dibantu, begitu juga untuk keperluan lainnya.

Baca Juga: Ini Empat Tips Cara Melatih Kemampuan untuk Lancar dalam Beretorika

Sehari-harinya, Neno tinggal sendiri di rumah yang kebetulan tidak terpakai. Dengan usianya yang sudah masuk 58 tahun, Neno tak lagi mampu bekerja. Sementara untuk makan sehari-harinya, pria kelahiran Rawang itu mendapatkan perhatian dari kakak kandungnya.

Isidorus Aben, yang tidak lain kakak Neno menjelaskan kalau ia hanya bisa membantu sebisanya.

"Saya orang miskin, untuk kebutuhan sehari hari kami sangat susah. Ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) beberapa kali diterima, namun tak cukup memenuhi kebutuhan kami apalagi merawat adik saya, jelas Aben.

Baca Juga: Semenjak 17 Agustus, Kepala Sekolah SDN Watu Lando di Manggarai Timur Tak Pernah Masuk Kantor

"Saya pernah minta bantuan ke desa, karena itu adik saya terima BLT. Namun, uang itu hanya cukup untuk makan adik saya, sementara untuk obat kami tidak punya uang apalagi mau dirawat ke puskesmas, tambahnya.

Halaman:

Editor: Dodi Hendra

Tags

Terkini

X