• Minggu, 25 September 2022

Pemprov NTT Batalkan naik Tarif ke Pulau Komodo dan Padar, Ini Alasannya

- Senin, 8 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Pemerintah Provinsi NTT, Melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Dr. Sony Z Libing menunda kenaikan tarif masuk pulau komodo dan padar hingga akhir tahun 2022 (Dok| BritAkan.com )
Pemerintah Provinsi NTT, Melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Dr. Sony Z Libing menunda kenaikan tarif masuk pulau komodo dan padar hingga akhir tahun 2022 (Dok| BritAkan.com )

 

KUPANG,BritAkan.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menunda  kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo dan Pulau padar, Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai Barat, hingga 1 Januari 2023.

Melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Dr. Sony Z Libing menyampaikan bahwa , Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan program pembatasan kunjungan serta biaya kontribusi sebagai upaya konservasi ke wilayah Pulau Komodo, Pulau Padar dan Wilayah Perairan Sekitarnya. 

Lanjutnya, pemerintah telah menetapkan dispensasi terhadap wisatawan yang ingin berkunjung hingga 1 Januari 2023.

Baca Juga: Kemenag Rencanakan Rekrut Guru Baru dengan Skema PPG Pra Jabatan

“Pemerintah Provinsi NTT memberikan dispensasi tentang kebijakan itu hingga sampai akhir Desember 2022, artinya kebijakan tentang kontribusi sebesar Rp 3,750,000 akan dijalankan secara optimal di tanggal 1 Januari 2023. Dengan demikian maka Pemerintah memberi dispensasi 6 bulan kedepan bagi wisatawan berlaku harga normal," ungkap Kadis Sony dalam keterangan pers yang diterima media ini Senin,8/8/2022 malam.

Dikatakan Sony,  pihaknya berkomitmen tetap melakukan sosialisasi dengan berbagai kalangan, termasuk gereja, tokoh masyarakat, dan berbagai stakeholder lainnya. 

"Selama 6 bulan kedepan dispensasi ini berlangsung, tentu saja bagi wisatawan yang ingin memberikan kontribusi terhadap konservasi dapat langsung melakukan pendaftaran melalui sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA.” Jelasnya.

Baca Juga: Dampak dari Naiknya Tiket Masuk Pulau Komodo dan Padar ,Puluhan Hotel Berbintang di Labuan Bajo Rugi 1 Miliar

Selanjutnya, Kadis Sony menjelaskan pemerintah mempunyai dua visi besar, yang pertama, bagaimana melakukan konservasi untuk menjaga kelestarian komodo dan juga ekosisitemnya. kedua, bagaimana menjaga apa yang disebut sustainable tourism, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Maka dari itu, sesuai dengan arahan kami akan tetap melakukan sosialisasi dan dialog dengan berbagai kalangan masyarakat.

Halaman:

Editor: Dodi Hendra

Tags

Terkini

X