• Senin, 15 Agustus 2022

Menjadi Sahabat Alam : OMK Wae Sambi Gelar Pembuatan ‘MOL’ Pupuk Organik

- Minggu, 17 Juli 2022 | 11:24 WIB
Orang Muda Katolik (OMK) paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi  menggelar kegiatan pembuatan pupuk organik pada Kamis, 14 Juli 2022. (Foto : Ican Pryatno)
Orang Muda Katolik (OMK) paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi menggelar kegiatan pembuatan pupuk organik pada Kamis, 14 Juli 2022. (Foto : Ican Pryatno)

Labuan Bajo,BritAkan.com - kelompok Orang Muda Katolik (OMK) paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi di Kabupaten Manggarai Barat ,Provinsi NTT menggelar kegiatan pembuatan pupuk organik pada Kamis, 14 Juli 2022.

Kegiatan yang berlangsung di halaman aula paroki ini melibatkan Romo pastor paroki, para frater, seminaris, dan OMK MBSB.

Dalam kesempatan ini, kordinator kegiatan, Ann Anggul, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program reguler yang dirancang secara bersama. Kegiatan ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan daya kreatif orang muda.

“Kegiatan ini sebetulnya merupakan program bersama. Kegiatan ini kami rancang untuk menunjang kreativitas orang muda. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini, orang muda dapat memperoleh pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik. Sehingga dengan itu, mereka dapat menerapkannya nanti di tengah kehidupan keluarga ataupun masyarakat umum”, kata Ann Anggul.

Lebih lanjut, Ann Anggul menegaskan kegiatan pembuatan pupuk organik ini harus melewati dua tahap. Pada tahap pertama dibuat proses pembentukan mikroorganisme lokal (MOL). Pada tahap ini bahan-bahan yang dibutuhkan diolah sebagai bahan dasar untuk pembuatan pupuk organik. Sesudah itu, pada tahap kedua dilangsungkan pembuatan pupuk organik.

“Kalau membuat pupuk organik, kita mesti melewati beberapa tahap. Yang kami lakukan saat ini baru tahap pertama, yakni pembuatan mikroorganisme lokal (MOL). Pada tahap pertama ini bahan-bahan yang dibutuhkan sederhana dan mudah didapat. Kami hanya butuh gula merah, buah pisang 5 sampai 6 buah, dan air matang yang dingin. Kemudian bahan-bahan yang terkumpul ini nanti dicampur ke dalam wadah yang berisi air. Bahan-bahan ini nantinya dijadikan sebagai bahan utama pembuatan pupuk. Sesudah didiamkan selama lima hari, baru kita bisa melangsungkan proses pembuatan pupuk”, demikian kata Ann Anggul.

Satu Kebaikan, Orang Muda Sahabat Alam Dalam kesempatan ini, RD Risno Maden, pastor paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada kelompok OMK Wae Sambi yang telah bersedia menjadi inisiator utama kegiatan ini.

“Atas nama dewan pastoral paroki dan seluruh umat, saya mengapresiasi sembari mengucap terima kasih kepada OMK yang telah menginisasi kegiatan ini. Hari ini, kalian sudah membuat satu kebaikan. Karena itu, saya tetap menunggu kebaikan-kebaikan lain yang kalian buat”, kata RD Risno.

RD Risno juga menegaskan kegiatan ini adalah bentuk konkret kedekatan dan kecintaan orang muda terhadap alam. Selain menjadi wujud kreativitas, melalui kegiatan ini, orang muda menunjukkan dirinya sebagai sahabat alam.

Halaman:

Editor: Yohanes Dodi Hendra

Sumber: Infointernet.org

Tags

Terkini

X